
Bone, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan, Mengajak Pengurus FKUB Kabupaten dan Kota untuk menebarkan kerukunan di media digital. hal ini disampaikan oleh Prof. Muammar Bakry dalam paparanya pada Rapat Koordinasi FKUB Provinsi dan FKUB Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang digelar di Aula IAIN Bone, Rabu, 7 Januari 2026.
Prof. Muammar Bakry, memaparkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan tingkat penetrasi mencapai 74,6 persen. Sementara itu, jumlah pengguna media sosial mencapai 143 juta identitas, setara dengan 50,2 persen dari total populasi.
“Data ini menunjukkan bahwa arah kegiatan FKUB harus sejalan dengan kebiasaan masyarakat. Media digital adalah ruang baru tanpa batas wilayah. Karena itu, kampanye kerukunan harus hadir secara aktif di ruang digital,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Muammar Bakry mengajak pengurus FKUB Kabupaten dan Kota untuk memperbanyak edukasi kerukunan melalui media sosial, ia menilai media sosial menjadi ruang baru untuk berdampak lebih luas dan sepanjang masa.
“Media sosial adalah ruang baru untuk lebih berdampak dan menjangkau secara luas masyarakat tampa batas wilayah, media sosial juga adalah investasi sepanjang masa, sekalipun kita sudah tidak menjadi pengurus FKUB atau kita telah meninggal, tetapi rekam jejak digital kita selama menjadi pengurus FKUB, itu akan selalu dinikmati, didengar, dan dijadikan referensi sepanjang media sosial itu ada, ini adalah pahala jariah,” tekannya.
Gagasan Prof. Muammar tersebut disambut baik oleh seluruh peserta Rakorwil, ia menilai gagasan Kampanye Kerukunan menjadi program prioritas yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, FKUB Sulsel bersama Kanwil Kemenag Sulsel akan memfasilitasi rumah besar webisite dan media sosial FKUB Se-Sulsel, juga akan menggelar workshop jurnalistik dasar dan pengelolaan media sosial bagi pengelola website dan media FKUB. Tim yang memiliki pengetahuan dan keterampilan jurnalistik, desain grafis, video, dan produksi konten diyakini akan memberikan dampak besar bagi kampanye kerukunan, tidak hanya di dunia digital tetapi juga di kehidupan sosial masyarakat.