Oleh: Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin, M.Ag.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, Minggu 19 Juli 2026 dengan semangat persatuan dan kebersamaan melaksanakan kegiatan Kolaborasi Lintas Agama yang dikemas dengan mengusung tema “Teguhkan Komitmen Merawat Harmoni Indonesia”. Semangat persatuan dan kebersamaan mewarnai kawasan Car Free Day (CFD).
Ribuan masyarakat yang tengah berolahraga disuguhkan dengan pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasa, sebelas organisasi lintas agama dan lembaga kerukunan menggelar kampanye publik anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).
Ajaran dan pesan agama bagaikan obat penawar terhadap beragam penyakit sosial, agar masyarakat hidup tenteram, damai dan bahagia. Karena itu apabila dalam kehidupan beragama ada di antara penganut agama yang mengobarkan kebencian di antara sesama warga negara dan sesama umat beragama itu berarti ada kesalahan dalam mengkomunikasikan ajaran agama. Hal ini perlu disadari oleh semua umat beragama, kemudian dicari solusi dan penyelesaiannya.

Para nabi dan rasul berdasar informasi sejarah yang masih dapat ditelusuri misalnya Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang memiliki akhlak mulia dan sikap yang sangat santun. Karena itu, jika ada orang yang mengaku sebagai pewaris ajaran nabi, kemudian meninggalkan prinsip akhlak mulia dan sikap santun terhadap sesama penganut agama, justru akan menodai citra nabi dan rasul yang mulia.
Apa pun agama dan paham keagamaan yang kita anut, sebagai umat beragama seharusnya merasa malu ketika ajaran agama menjadi sumber dan beban bagi kehidupan berbangsa dan kemanusiaan. Setiap penganut agama boleh saja berkata, bahwa ajaran agama mesti benar tapi yang salah adalah umat atau pengikut dalam memahami ajaran agamanya.
Dampak baik atau buruk suatu ajaran agama, akan tampak pada praktik yang ditampilkan pengikut ajaran agama yang bersangkutan dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya. Seperti meski pun tidak persis sama, iklan obat yang ditayangkan ditelevisi dan media lainnya bagaimana pun hebat dan indahnya tayangan iklan, pada akhirnya orang akan menghargai dan membeli obat setelah melihat khasiat orang yang menggunakan obat itu.
Saat ini jumlah manusia semakin bertambah, kehidupan masyarakat pun semakin majemuk benturan antar budaya dan agama semakin tidak terhindarkan, karena itu agama harus tampil sebagai penyejuk dan menyuburkan peradaban umat manusia. Ketika pesan ajaran agama disampaikan dengan cara yang tidak santun bahkan cenderung memandang orang yang berbeda dengannya sebagai musuh yang harus disingkirkan, maka agama akan kehilangan peran dan tersingkirkan.
Lalu manusia akan mencari dan beralih kepada ideologi humanisme yang di dukungan oleh sains dan teknologi yang menawarkan hidup lebih nyaman. Semua penganut agama harus menyadari hal ini, sehingga ajaran agama tidak menjadi sumber pertikaian. Melainkan pesan yang dibawa ibarat air hujan yang membuat tanah kering menjadi subur dan pohon pun tumbuh rindang.
Agama diciptakan oleh Tuhan untuk mendamaikan hati manusia, mendamaikan kehidupan di dunia ini, dan kehidupan setelah kematian nanti. Karena itu, jadikan agama sebagai jalan menciptakan kedamaian, bukan sebagai alasan pembenaran dalam melahirkan pertikaian, perkelahian, perdebatan, apalagi peperangan antara sesama penganut agama yang pada gilirannya bermuara pada penodaan agama itu sendiri.
