
Makassar, fkub-sulsel.org., Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama Republik Indonesia turut hadir dalam kegiatan Jappa Jokka Cap Go Meh yang dirangkaikan dengan Launching Kelurahan Sadar Kerukunan, yang berlangsung di Sepanjang Jalan Sulawesi Kota Makassar, Kamis (28/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Makassar, FKUB Sulsel, FKUB Kota Makassar, serta pengurus Permabudhi Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat KUB Kemenag RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, menegaskan bahwa kegiatan Jappa Jokka Cap Go Meh merupakan instrumen strategi dalam penguatan kerukunan umat beragama.
“Kegiatan ini adalah ruang perjumpaan yang nyata antarumat beragama. Kementerian Agama ingin menjadikan Indonesia sebagai rujukan dunia dalam kerukunan melalui program Indonesia Inspiration (Inspire),” ujarnya.
Ia mengapresiasi launching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Kota Makassar yang menambah jumlah secara nasional menjadi 490 kelurahan/desa sadar kerukunan.
“Yang terpenting bukan sekedar peresmian atau papan nama. Nilai-nilai kerukunan itu harus hidup dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kerukunan hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi seluruh elemen.
“Bukan ada superman, yang ada super team. Kerukunan lahir dari kerja bersama. Di tengah situasi global yang memanas, kita patut bersyukur Makassar dan Sulawesi Selatan tetap aman, rukun, dan damai,” tambahnya.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam Berbagainya menegaskan bahwa seluruh agama memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kebaikan dan kedamaian.
“Semua agama sama-sama mengajarkan kebaikan. Tugas kita bukan hanya menjaga kerukunan di dalam rumah ibadah, tetapi keluar dari rumah ibadah dengan bergandengan tangan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat agar semakin dekat dengan ajaran agamanya.
“Jika seluruh umat beragama bergerak dan berkarya sesuai dengan ajaran agamanya, maka yang lahir pasti adalah kebaikan. Dari situlah kerukunan tumbuh secara alami,” tegasnya.
Munafri menyampaikan bahwa Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar.
Menurutnya, festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol keberagaman dan persatuan masyarakat Kota Makassar.
“Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi, di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan.
Perpaduan dua perayaan yang sarat makna tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar.
“Tahun ini, penyelenggaraan festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Tema yang diangkat, ‘Harmony in Light’, menggambarkan perpaduan indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan,” jelasnya.