
Makassar, fkub-sulsel.org., Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Mardyawati Yunus, M.Ag., menegaskan bahwa komunikasi inklusif merupakan kunci utama dalam menciptakan masyarakat multikultural yang harmonis.
Menurut Mardyawati, komunikasi inklusif adalah proses komunikasi yang melibatkan semua pihak tanpa memandang latar belakang budaya, agama, maupun identitas. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat.
“Komunikasi inklusif adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prinsip komunikasi inklusif meliputi penghargaan terhadap keberagaman, kemampuan mendengarkan secara aktif, penggunaan bahasa yang inklusif, serta menghindari stereotip. Sementara strategi yang dapat diterapkan antara lain penggunaan bahasa sederhana, pemanfaatan visual, dan dialog terbuka.
Mardyawati yang juga merupakan Fasilitator Moderasi Beragama menambahkan, komunikasi inklusif memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan pemahaman, memperkuat kerja sama, dan mendorong kesejahteraan sosial.
“Kita harus menghargai keberagaman dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin sadar akan pentingnya komunikasi inklusif sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.
Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Universitas Islam Makassar dan FKUB Provinsi Sulsel, Kamis, 15 Januari 2026.