
Makassar, fkub-sulsel.org., Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenag Sulsel), Sukses menggelar Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif Bagi Mahasiswa, yang berlangsung di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Kamis (15/01/25).
Kegiatan dengan tema “Dakwah Moderat dan Inklusif, Peran Mahasiswa dalam Merawat Keberagaman di Era Digital” diikuti 200 Orang Mahasiswa lintas Fakultas UIM Al-Gazali Makassar. selain itu, juga menghadirkan sejumlah narasumber yang berkomenpeten, yakni: Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA., (Rektor UIM Al-Gazali Makassar / Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Selatan), Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I., (Kepala Kanwil Kemenag Sulsel), Badruddin Kaddas, M.Ag., P.hD., (Wakil Rektor II UIM Al-Gazali Makassar / Praktisi Konten Kreator)., Apt. Alwiyah Nur Syarif, S.Farm., M.Si., (Instruktur Nasional Moderasi Beragama) dan Dr. Hj. Mardywati Yunus, M.Ag., (Fasilitator Moderasi Beragama dan Mediator Konflik Sosial).
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam pengimplementasian moderasi beragama melalui dakwah yang inklusif.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengimplementasikan moderasi beragama dan dakwah inklusif sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun kerukunan, kedamaian, dan toleransi di Sulawesi Selatan dan Indonesia,” paparnya.
Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini, ia menilai pembinaan bagi mahasiswa tentang moderasi beragama adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan kerukunan di masyarakat khususnya generasi muda.
“Atas nama Universitas Islam Makassar Al-Gazali menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel, berkenan melakukan acara untuk pembinaan pada anak-anak kita mahasiswa di UIM Al-Gazali, Mudah-mudahan kalian yang hadir sebagai agen moderasi dan kerukunan umat agama yang inklusif ini bisa berdampak pada halayat masyarakat luas,” sambutnya.
Prof. Muammar berharap, mahasiswa terlibat aktif dalam mengkampanyekan moderasi beragama, kerukunan dan perdamaian di dunia maya.
“Jadi 200 yang mengikrarkan dirinya sebagai agen kerukunan hari ini, itu kita harapkan bisa berdampak di dunia maya. Coba bayangkan kalau 200 memanfaatkan TikTok-nya, 200 memanfaatkan Instagram-nya dan facebooknya, lalu masing-masing punya teman mungkin sekitar seratusan, berarti ratusan pesan kedamaian hari ini akan berkibar dari UIM Al-Gazali, Itu sebenarnya harapan dari Kementerian Agama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari arah kebijakan Kementerian Agama dalam membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
“Kementerian Agama mengusung arah kebijakan pembangunan keagamaan melalui Asta Protas Menteri Agama, salah satunya adalah Membangun Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Arah kebijakan ini perlu diimplementasikan melalui pendidikan, dakwah, serta penguatan literasi keagamaan yang moderat dan inklusif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Ali Yafid mengukapkan kebahagiannya atas kehadiran ratusan mahasiswa yang telah mendeklarasikan diri sebagai Agen Kerukunan Kampus Universitas Islam Makassar.
“Saya sangat bersyukur, Pak Rektor bisa kumpulkan 200 lebih mahasiswa hadir di tempat ini, Saya kira jika setiap orang menyebarkan berita-berita baik seperti apa yang disampaikan Pak Rektor, kemudian dilihat oleh banyak orang melalui media sosial itu sangat luar biasa dampaknya,” tutup H. Ali Yafid. (S.Ptr).