FKUB Sulsel Perkuat Peran Generasi Muda dan Perempuan dalam Moderasi Beragama

Makassar, fkub-sulsel.org., Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen memperkuat peran generasi muda dan perempuan dalam menjaga dan merawat moderasi beragama di Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, Selasa (23/12/2025).

Dialog bertema “Penguatan Peran Generasi Muda dan Perempuan dalam Moderasi Beragama di Sulsel” ini menghadirkan H. Mallingkai Ilyas, Lc., C.Med., selaku Wakil Sekretaris FKUB Sulsel sekaligus Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, H. Mallingkai Ilyas menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga harmoni kehidupan umat beragama di tengah kemajemukan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Moderasi beragama bukan melemahkan iman, tetapi menghadirkan cara beragama yang adil, seimbang, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Generasi muda dan perempuan adalah garda terdepan dalam menjaga masa depan kerukunan umat beragama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, FKUB Sulsel secara konsisten mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan melalui berbagai program dialog lintas agama, edukasi moderasi beragama, serta kolaborasi dengan kampus, komunitas kepemudaan, dan organisasi perempuan lintas agama. Upaya ini bertujuan agar nilai toleransi dan saling menghormati tumbuh dari akar rumput.

Menurutnya, di era digital saat ini, generasi muda dan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun narasi damai, khususnya di media sosial, guna menangkal penyebaran paham intoleran, ekstremisme, dan ujaran kebencian.

“Jika generasi muda dan perempuan dibekali literasi keagamaan dan kebangsaan yang kuat, mereka akan menjadi benteng sosial yang efektif dalam menjaga kerukunan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan sejumlah tantangan dalam penguatan moderasi beragama, di antaranya maraknya narasi intoleransi di media sosial, rendahnya literasi keagamaan dan kebangsaan, dan masih terbatasnya ruang partisipasi perempuan dalam beberapa sektor sosial. Namun demikian, tantangan tersebut dipandang sebagai peluang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam merawat kerukunan.

“Kerukunan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan menghargai perbedaan. Inilah nilai dasar yang terus diperjuangkan FKUB,” pungkasnya.

Melalui dialog di RRI Makassar, FKUB Sulsel berharap pesan moderasi beragama dapat menjangkau masyarakat luas dan menginspirasi seluruh elemen umat beragama, khususnya generasi muda dan perempuan, untuk terus berperan aktif dalam membangun Sulawesi Selatan yang rukun, damai, dan harmonis.

FKUB Sulsel Perkuat Peran Generasi Muda dan Perempuan dalam Moderasi Beragama

Makassar, 23 Desember 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen memperkuat peran generasi muda dan perempuan dalam menjaga dan merawat moderasi beragama di Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, Selasa (23/12/2025).

Dialog bertema “Penguatan Peran Generasi Muda dan Perempuan dalam Moderasi Beragama di Sulsel” ini menghadirkan H. Mallingkai Ilyas, Lc., C.Med., selaku Wakil Sekretaris FKUB Sulsel sekaligus Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, H. Mallingkai Ilyas menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga harmoni kehidupan umat beragama di tengah kemajemukan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Moderasi beragama bukan melemahkan iman, tetapi menghadirkan cara beragama yang adil, seimbang, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Generasi muda dan perempuan adalah garda terdepan dalam menjaga masa depan kerukunan umat beragama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, FKUB Sulsel secara konsisten mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan melalui berbagai program dialog lintas agama, edukasi moderasi beragama, serta kolaborasi dengan kampus, komunitas kepemudaan, dan organisasi perempuan lintas agama. Upaya ini bertujuan agar nilai toleransi dan saling menghormati tumbuh dari akar rumput.

Menurutnya, di era digital saat ini, generasi muda dan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun narasi damai, khususnya di media sosial, guna menangkal penyebaran paham intoleran, ekstremisme, dan ujaran kebencian.

“Jika generasi muda dan perempuan dibekali literasi keagamaan dan kebangsaan yang kuat, mereka akan menjadi benteng sosial yang efektif dalam menjaga kerukunan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan sejumlah tantangan dalam penguatan moderasi beragama, di antaranya maraknya narasi intoleransi di media sosial, rendahnya literasi keagamaan dan kebangsaan, dan masih terbatasnya ruang partisipasi perempuan dalam beberapa sektor sosial. Namun demikian, tantangan tersebut dipandang sebagai peluang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam merawat kerukunan.

“Kerukunan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan menghargai perbedaan. Inilah nilai dasar yang terus diperjuangkan FKUB,” pungkasnya.

Melalui dialog di RRI Makassar, FKUB Sulsel berharap pesan moderasi beragama dapat menjangkau masyarakat luas dan menginspirasi seluruh elemen umat beragama, khususnya generasi muda dan perempuan, untuk terus berperan aktif dalam membangun Sulawesi Selatan yang rukun, damai, dan harmonis.

Tinggalkan komentar