FKUB Sulsel Merespon Viralnya Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla

Makassar, fkub-sulsel.org., Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan Merespon Potongan Video Ceramah Bapak Jusuf Kalla yang beberapa hari ini viral diberbagai kanal media sosial, pernyataan singkat ini disampaikan oleh Pengurus FKUB Sulsel, Rabu (15/04/26). 

Mengawali pernyataan tersebut, Ketua FKUB Sulsel Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA., memaparkan kondisi bangsa Indonesia serta viralnya potongan ceramah Bapak Jusuf Kalla. 

“Kami FKUB Sulsel merespon hal-hal yang terkait dengan sosial keagamaan. Mungkin yang terkait dengan yang belakangan ini viral, berkaitan dengan pidato Pak Jusuf Kalla yang terkesan dipotong-potong untuk diviralkan secara tidak bertanggung jawab,” Paparnya. 

Selanjut, Ketua Mejelis Pertimbangan Pesatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara, Pdt. Adrie O. Massie, mengungkapkan bahwa PGI sangat menyayangkan adanya sekelompok orang yang mengviralkan video tersebut, ia menilai video harus ditonton secara utuh untuk melihat kebenarannya. 

“Sangat disayangnya orang-orang ini tidak melihat secara utuh video yang disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla dan bahkan video itu kalau kita lihat itu bahkan beliau membuat pernyataan bahwa agama apapun kalau membunuh itu pasti masuk neraka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pdt. Adrie yang juga merupakan Wakil Ketua FKUB Sulsel, mengajak umat kristiani untuk tidak memberikan respon yang berlebihan dan mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan memberikan reaksi yang tidak bermanfaat. 

“Oleh karena itu saya menghimbau kepada lembaga-lembaga gerejawi, lembaga-lembaga kristen untuk memahami secara benar pernyataan Pak Jusuf Kalla ini dan tidak memberikan respons yang berlebihan. Karena kita tahu bahwa kita harus menjaga keamanan kita bersama sehingga kita tidak saling memprovokasi, tidak saling terpancing untuk memberi reaksi-reaksi yang tidak bermanfaat dan tidak berguna bagi keutuhan bangsa kita. Sekali lagi saya menghimbau anak-anak mudaku, kelompok-kelompok, lembaga-lembaga gerejawi dimanapun berada khususnya yang berada di Sulawesi Selatan dan Tenggara supaya kita buatlah pernyataan-pernyataan yang menjujukan,” ajaknya.  

Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Ir. Yonggris, MM., juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi di media sosial, ia menilai berbagai teknologi canggih dapat dengan mudah menyerbakan informasi yang tidak benar. 

“Saya hanya ingin mengimbau diera teknologi yang makin canggih saat ini seharusnya dalam menerima informasi itu kita harus menerima, melihat atau mendengar secara utuh jangan sampai dengan editan itu bisa melenceng artinya. Yang kedua, bisa saja semua informasi-informasi yang ada itu kelihatannya nyata tetapi sebenarnya buatan AI,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Gede Durahman selaku Ketua PHDI Sulsel, juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama serta fokus dalam membangun bangsa dan negara. 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama di lingkungan masing-masing, mari kita menjaga persatuan dan persaudaraan dan fokus untuk membangun bangsa yang kita cintai ini,” ajaknya. 

Menutup pernyataan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami ini juga menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, ia berharap masyarakat tidak terprovokasi dan tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang tidak benar. 

“Terakhir dalam era seperti ini, ada kegemaran mengedit lalu dimanfaatkan untuk mendiskreditkan atau membunuh karakter seseorang. Jadi jangan sampai kita juga menjadi bagian dari jari-jari yang men-share informasi tidak dipastikan kebenarannya,” tutupnya. (rls)

Tinggalkan komentar