Gelar Rapat Pengurus, Ketua FKUB Sulsel: Program Kerja Nyata, Berdampak dan Memiliki Rekam Jejak Digital

Makassar, fkub-sulsel.org – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pemantapan pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2026 di Sekretariat FKUB Sulsel, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA., dan dihadiri sejumlah pengurus.

Dalam arahannya, Prof. Muammar menegaskan bahwa setiap program kerja FKUB Sulsel harus memberikan dampak nyata dan manfaat yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tidak boleh hanya berorientasi pada seremoni, tetapi harus menghasilkan kontribusi konkret sekaligus memiliki rekam jejak digital yang dapat diakses oleh publik.

“Kita harus menyatukan persepsi, bahwa kegiatan FKUB Sulsel harus menjangkau masyarakat luas, memiliki dampak nyata, dan punya rekam jejak digital,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dokumentasi dan publikasi digital merupakan bagian penting dari pelaksanaan program kerja organisasi. Dengan demikian, setiap kegiatan FKUB tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga dapat diketahui masyarakat luas serta menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kerukunan umat beragama.

Optimalkan Media Sosial untuk Literasi Kerukunan

Lebih lanjut, Prof. Muammar menekankan pentingnya penguatan literasi kerukunan melalui pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital. Ia mengajak seluruh pengurus FKUB Sulsel untuk mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi, pencerahan, dan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat, khususnya di ruang digital.

Menurutnya, para pengurus FKUB merupakan tokoh dari berbagai agama yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada umat serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Kita semua ini adalah tokoh dari masing-masing agama, karena itu sangat penting peran kita dalam memberikan pencerahan kepada umat, khususnya dalam dunia maya. FKUB Sulsel punya ruang podcast yang sekalipun masih cukup sederhana, tetapi kita harus optimalkan untuk pencerahan kepada umat,” terangnya.

Ia berharap, keberadaan media digital FKUB Sulsel dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana komunikasi lintas agama, penyebaran informasi yang mencerahkan, serta penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat.

Libatkan Pemuda dan Perempuan dalam Kampanye Kerukunan

Dalam pembahasan program kerja tahun 2026, FKUB Sulsel juga merencanakan sejumlah kegiatan yang melibatkan generasi muda dan perempuan sebagai bagian penting dari upaya memperluas kampanye kerukunan lintas agama.

Salah satu agenda yang akan digagas dalam waktu dekat adalah “Ngopi Rukun Lintas Agama”, sebuah kegiatan yang dirancang dengan pendekatan dialog yang lebih santai, inklusif, dan dekat dengan generasi muda serta tokoh perempuan.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB Sulsel diharapkan dapat membuka ruang perjumpaan, memperkuat komunikasi, serta membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman agama dan keyakinan.

Selain itu, FKUB Sulsel juga akan melaksanakan Festival Konten Kerukunan sebagai salah satu upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menyebarluaskan pesan toleransi dan perdamaian melalui media digital.

Festival ini diharapkan menjadi ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pesan-pesan kerukunan dalam berbagai bentuk konten yang menarik, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui rapat pemantapan program kerja tersebut, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata, menjangkau masyarakat secara luas, serta meninggalkan rekam jejak digital sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban publik.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis digital, FKUB Sulsel diharapkan semakin berperan aktif dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan di Sulawesi Selatan. (sdr)

Tinggalkan komentar