Ketua FKUB Sulsel dan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ngopi di Warkop, Bahas Kerukunan di Sulawesi Selatan

Makassar, fkub-sulsel.org., — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan menggelar diskusi santai bersama Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, di salah satu warung kopi (warkop) di Kota Makassar, Senin (12/10/2026). Suasana akrab dan penuh kehangatan mewarnai pertemuan yang membahas berbagai isu kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan.

Berbeda dari forum resmi pada umumnya, diskusi kali ini dikemas secara santai khas budaya ngopi masyarakat Makassar. Diiringi secangkir kopi hangat dan aneka kue jajanan tradisional khas Makassar yang tersaji di meja, para pengurus FKUB Sulsel duduk melingkar bersama Ketua Umum FKUB Nasional, berbincang ringan namun sarat makna. Mulai dari kue barongko, bolu peca, kue lapis, hingga jalangkote dan aneka jajanan pasar lainnya turut menemani jalannya diskusi. Aroma kopi bercampur manisnya jajanan tradisional semakin menghidupkan suasana keakraban. Tawa sesekali terdengar di sela-sela pembahasan serius mengenai tantangan kerukunan di daerah.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua FKUB Sulsel Prof. Dr. KH. Muammar Muhammad Bakry, Lc., MA; Sekretaris Gede Durrahman, SE; Wakil Sekretaris H. Mallingkai Ilyas, Lc.; Bendahara Dr. Hj. Mardyawari Yunus, M.A.; serta anggota FKUB Sulsel Prof. Andi Marjuni. Kehadiran mereka di warkop sederhana itu justru menjadi simbol bahwa dialog kerukunan tidak harus selalu berlangsung di ruang formal, melainkan bisa tumbuh dari percakapan sehari-hari yang ditemani hidangan khas daerah.

Ketua FKUB Sulsel, Prof. Muammar Muhammad Bakry, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara FKUB daerah dan pengurus asosiasi di tingkat nasional. Menurutnya, isu kerukunan di Sulawesi Selatan memiliki karakteristik tersendiri yang perlu terus dikawal bersama.

“Diskusi santai seperti ini justru membuat kami lebih terbuka. Sambil ngopi dan menikmati kue tradisional, kami bisa bertukar pikiran secara leluasa tentang berbagai tantangan dan peluang dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengapresiasi langkah FKUB Sulsel yang dinilainya aktif membangun komunikasi lintas umat. Ia menekankan pentingnya peran FKUB dalam mencegah potensi konflik serta memperkuat nilai toleransi di tingkat akar rumput.

“Kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. FKUB harus menjadi jembatan yang menyejukkan. Dan forum seperti ini, di warung kopi sambil menikmati jajanan tradisional, justru mendekatkan kita pada realitas masyarakat,” kata Ida Pangelingsir.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah agenda strategis juga dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan FKUB kabupaten/kota, program dialog lintas agama, hingga upaya menjaga stabilitas sosial menjelang agenda-agenda nasional. Pengurus FKUB Sulsel berkomitmen menindaklanjuti hasil diskusi dengan langkah konkret di lapangan.

Pertemuan yang dikemas dalam suasana santai itu ditutup dengan harapan agar Sulawesi Selatan tetap menjadi contoh daerah yang harmonis dan toleran di Indonesia. Sebelum beranjak, para peserta sempat berfoto bersama dengan latar meja warkop yang penuh cangkir kopi dan piring jajanan tradisional, simbol sederhana dari sebuah dialog yang bermakna. (rls).

Tinggalkan komentar